Istri Ngaku Sayang Selingkuhannya, Suami ini nekat Potong Kedua kakinya

Muara Post - Badung, - Bali,Gelap mata Kadek Adi Waisaka Putra (36) asal Buleleng, nekat menebas kedua kaki istrinya Ni Putu Kariani (33) di tempat tinggal mereka di sebuah kostan yang beralamat di Banjar Uma Buluh, Canggu, Kuta Utara, Badung, Selasa (5/9) sekitar pukul 17.30 wita sore.
Korban saat dibawa ke RS oleh suaminya (red,pelaku) dan petugas kepolisian tengah olah TKP di kostan korban, Selasa (5/9)

Pelaku menebasnya dengan menggunakan sebuah parang yang mengakibatkan kaki kiri korban putus mulai dari pergelangan kaki, dan kaki kanan korban luka pada bagian tulang keringnya.

Kapolres Badung AKBP Yudith Satria Hananta menjelaskan, motif pelaku nekat memotong kedua kaki istrinya dengan sebuah parang lantaran didasari rasa cemburu. Menurut pengakuan pelaku melakukannya dengan spontan.

“Dari hasil interogasi kepada yang bersangkutan. Pada saat sebelum kejadian itu, si suami bertanya ke istri. “Kamu masih sayang sama selingkuhanmu? Dijawab ia saya masih sayang. Langsung lah kejadian itu, motifnya karena cemburu,” terang Kapolres di konfirmasi Rabu (6/9).

Korban katanya mengalami luka di kaki kiri putus mulai dari pergelangan kaki, dan kaki kanan korban luka pada bagian tulang keringnya. Saat ini korban masih dirawat intensif di RS Sanglah, Denpasar.

Sementara itu, keterangan saksi Ni Putu Wargi Asih (23) tetangga korban, bahwa pada saat kejadian saksi mendengar anak korban berteriak minta tolong, dan mengatakan bahwa “Bapak bawa pedang”. Dan benar saja saksi yang keluar kamar melihat suami korban membawa golok dengan masih diacungkan dengan tangan kanan.

Lantaran takut saksi kembali masuk kamar, beberapa saat kemudian pelaku memanggilnya dan meminta di antar ke rumah sakit. Pihaknya mengakui melihat potongan kaki korban yang tergeletak di depan kamar korban, dan banyak ceceran darah.
“Suaminya sendiri yang mengantar korban bersama saksi dibawa ke ke Klinik Bali Med Canggu, dengan mengunakan sepeda motor Vario milik pelaku, dan dikendarai oleh pelaku,” imbuh kapolres.

Tak perlu waktu lama, pihaknya langsung mengamankan pelaku, berdasarkan laporan saksi. Pihak kepolisian juga menyita sejumlah barang bukti (BB) di TKP antara lain, sebilah parang dengan panjang mata pisau 31 cm, dan panjang gagang kayu 15 cm, 1 buah handuk warna putih berisi darah, 1 buah baju kaos warna hitam berisi darah, 1 buah celana pendek kain warna putih berisi darah, dan sebuah ikat pinggang warna biru.
Pelaku yang bekerja sebagai sopir freelance ini, kasusnya kini ditangani oleh Polres Badung dan ditahan di Mapolres. Pelaku dijerat Pasal 44 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.