Marinir Pengangkat Jenazah Para Jendral Di Lubang Buaya Ini Melihat Luka Sayatan Di Tubuh Jendral

Muara Post -  Eks anggota Marinir menceritakan mencekamnya proses evakuasi jenderal TNI yang jenazahnya dibuang ke dalam sumur tua di Lubang Buaya, Jakarta Timur. (Detik)


Anggota KKO (sekarang marinir) yang ikut mengangkat mayat di Lubang Buaya melihat adanya sayatan di tubuh tubuh jenderal.
“Jadi saya kaget, terus plek. Saya terus lihat jelas, itu saya lihat. Ada bekas sayatan, tapi (leher) tidak putus,” kata pengangkut mayat pahlawan Revolusi di Lubang Buaya, Pembantu Letnan Dua (Purn) J Kandouw, Selasa (19/9) dikutip dari detik.


Kandouw mengakui sangat serem saat mengangkut jenazah Letjen Ahmad Yani dan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo.
“Diikat, kebetulan katut (ikut) dua orang, kan kondisi di dalam sumur tidak kelihatan, asal saja diikat,” tuturnya.


Suasana gelap di dalam sumur membuat tim tidak sadar jika mengikat jenazah Letjen TNI Ahmad Yani dan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo menjadi satu. Pengangkatan jenazah keluar dari sumur berjalan lancar. Namun, saat jenazah tiba di bibir sumur, tali pengikat jenazah putus.
Kedua jenazah Pahlawan Revolusi itu pun tercebur kembali ke dalam sumur. Tim evakuasi masuk lagi ke dalam sumur dan mengikat satu per satu jenazah.
“Talinya putus karena rantas (mudah putus). Padahal sudah sampai di bibir sumur,” tutur Kondouwhis on WhatsApp

Eks anggota Marinir menceritakan mencekamnya proses evakuasi jenderal TNI yang jenazahnya dibuang ke dalam sumur tua di Lubang Buaya, Jakarta Timur. (Detik)


Anggota KKO (sekarang marinir) yang ikut mengangkat mayat di Lubang Buaya melihat adanya sayatan di tubuh tubuh jenderal.
“Jadi saya kaget, terus plek. Saya terus lihat jelas, itu saya lihat. Ada bekas sayatan, tapi (leher) tidak putus,” kata pengangkut mayat pahlawan Revolusi di Lubang Buaya, Pembantu Letnan Dua (Purn) J Kandouw, Selasa (19/9) dikutip dari detik.


Kandouw mengakui sangat serem saat mengangkut jenazah Letjen Ahmad Yani dan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo.
“Diikat, kebetulan katut (ikut) dua orang, kan kondisi di dalam sumur tidak kelihatan, asal saja diikat,” tuturnya.


Suasana gelap di dalam sumur membuat tim tidak sadar jika mengikat jenazah Letjen TNI Ahmad Yani dan Brigjen TNI Sutoyo Siswomiharjo menjadi satu. Pengangkatan jenazah keluar dari sumur berjalan lancar. Namun, saat jenazah tiba di bibir sumur, tali pengikat jenazah putus.
Kedua jenazah Pahlawan Revolusi itu pun tercebur kembali ke dalam sumur. Tim evakuasi masuk lagi ke dalam sumur dan mengikat satu per satu jenazah.
“Talinya putus karena rantas (mudah putus). Padahal sudah sampai di bibir sumur,” tutur Kondouw