6 Pekerja Tiongkok Ditangkap di Tambang Emas Sukabumi, 2 Kabur

Menara Post - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi berhasil mengamankan enam Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok di tambang emas PT Logam Mulia, tepatnya di Kampung Cimelati, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi. Operasi itu dibantu sejumlah anggota Satpol PP Kabupaten Sukabumi.
Disnakertras Kabupaten Sukabumi dibantu Satpol PP Kabupaten Sukabumi saat menjaring sejumlah TKA China yang bekerja di tambang emas PT Logam Mulia, Kabupaten Sukabumi. (Dendi/Radar Sukabumi/JawaPos.com)

Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi (Jawa Pos Group), keenam diketahui bernama Fang Xiang, Wu Yunfu, Yan Jianha, Ke Jianyong, Qiu Zhi Hui, dan Shu Fhu He. Mereka ditangkap karena tidak dapat menunjukan dokumen passport, visa, serta Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA).

“Saat kami lakukan pemeriksaan, mereka mengaku bahwa semua dokumen passport dan dokumen lainnya dipegang pemilik perusahaan atas nama Pak David Chandra,” jelas Sekertaris Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar.

Ali menjelaskan, PT Logam Mulia telah mempekerjakan para TKA Tiongkok sekitar enam bulan lalu. Mereka tinggal di mess perusahaan yang sudah disiapkan. Menurut Ali, informasi tersebut didapat dari salah seorang security di areal perusahaan tersebut. Sementara, pemilik perushaannya sedang berada di Jakarta.

Dia mengatakan, saat pengecekan pihaknya menemukan delapan orang TKA Tiongkok. Namun, dua orang diduga suami sitri melarikan diri. "Kami tidak curiga, bilangnya mereka lapar mau beli nasi. Apalagi saat keluar, didampingi warga lokal. Namun setelah kami tunggu, mereka tak kunjung kembali,” bebernya.

TKA Cina tersebut, telah melaksanakan penambangan emas di areal lahan perkebunan teh yang saat ini dikelola oleh Koperasi Kantor Tambang Rakyat Sukabumi (KTRS). Mereka kemudian dibawa ke Kantor Imigrasi Kelas IIB Sukabumi .

“Pemilik perusahaan telah memberikan keterangan melalui sambungan telephone seluler milik security. Pak David itu membenarkan bahwa perusahaan yang dipimpinnya telah mempekerjakan tenaga kerja asing dari China," katanya.

Dia menceritakan, penangkapan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa ada sejumlah TKA yang tengah bekerja di tambang emas. Pihaknya langsung melakukan pengecekan di lokasi perusahaan. Benar, petugas melihat ativitas kerja para TKA di lokasi tambang emas milik rakyat itu.

Petugas masih mengidentifikasi jenis pekerjaan mereka. Misalnya, kata dia, apakah sudah sesuai dengan undang-undang Permenaker No 35 tahun 2015.

Sementara itu, Kepala Kantor Imirasi Kelas IIB Sukabumi, Hasrullah menjelaskan, pihaknya akan menindak lanjuti para TKA yang diduga bekerja illegal di tambang emas itu. Petugas perlu meneliti secara cermat. Seperti mengecek untuk visa kunjungan tidak boleh bekerja dengan indek tertentu.

"Misalnya, untuk uji coba calon TKA. Untuk itu, kita akan dalami dulu apakan mereka ini masih dalam uji coba pekerjaan atau sudah bekerja secara permanen,” pungkasnya.