Ahok-Djarot Tinggalkan Proyek Molor, Anies-Sandi yang Minta Maaf

Menara Post - Dari enam proyek infrastruktur yang dikerjakan di zaman pemerintahan mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, hanya satu yang bakal tuntas sesuai target, sedangkan sisanya bakal dikebut Pemprov DKI Jakarta pada 2018.
Anies-Sandi,Gubernur dan wakil gubernur jakarta
Satu-satunya proyek infrastuktur yang tuntas di akhir 2017 yakni pekerjaan flyover Pancoran, Jakarta Selatan. Akibat molornya lima proyek ibu kota ini, kemacetan Jakarta semakin parah terutama di jam-jam sibuk.

Menurut Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Yusmada Faizal, lima proyek selain lokasi Pancoran akan molor hingga tahun depan. "Dari enam, yang on time itu hanya Pancoran. Yang lima itu lewat tahun," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (23/10).

Sementara proyek yang mengalami keterlambatan, yakni Simpang Tak Sebidang Bintaro Permai, Simpang Tak Sebidang Cipinang Lontar, Underpass Kartini, Underpass Mampang-Kuningan, dan Underpass Matraman-Salemba.

Diketahui keenam proyek ini kontrak kerjanya mulai ditandatangani pada November 2016. Tepatnya ada yang 16 November ada juga 18 November 2016. Awalnya ditargetkan tuntas pada 15 Desember 2017 mendatang. Pada waktu itu Pemprov DKI Jakarta masih dipimpin oleh pasangan Gubernur-Wagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut tertundanya sejumlah proyek infrastruktur di Jakarta merupakan kabar buruk di awal kepemimpinannya. Dia pun memohon maaf kepada warga Jakarta lantaran proyek yang molor tersebut. Artinya, kemacetan akan terus terjadi hingga tahun depan.

"Kepada warga Jakarta kami minta maaf, karena masih macet sampai project ini selesai," tutur Anies saat ditemui terpisah.

Selain terganggu utilitas gas, air ataupun listrik, proyek itu juga memiliki kendala lainnya, seperti persoalan penutupan jalan kawasan proyek yang tidak bisa dilakukan dalam waktu yang lama.

Penutupan jalan dibutuhkan untuk proses pemasangan instalasi. Maka, idealnya dilakukan pada malam hari meskipun hanya bisa mendapat waktu yang singkat agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Biasanya, pada hari kerja Senin-Jumat penutupan jalan pada kawasan pembangunan dilakukan pukul 00.00 hingga pukul 05.00. Sementara pada hari Minggu, pengerjaan mendapat keleluasaan lantaran penutupan jalan dimulai pukul 22.00 atau dua jam lebih cepat dari biasanya.

"Kendalanya mereka bisa kerja memasang itu dari jam 12 malam sampai 5 pagi. Paling cepat jam 10 itu Minggu malam. Kalau dikerjakan (sebelum) itu akan mengganggu lalu lintas luar biasa. Karena jalan ditutup total, di luar jam itu lalu lintas masih padat," jelas Anies lagi.