Oknum Dokter UPTD Puskesmas Patokbeusi Tolak Pasien BPJS

Subang- Berawal dari laporan seorang  Ketua LMP MAC  Kecamatan Sukasari mengeluhkan, pelayanan poli gigi di pelayanan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kecamatan Patokbeusi,Subang,Senin (01/01/2018)
Puskemas patok beusi
Menurut H.Cep Nana  yang juga menjabat sebagai ketua Ormas LMP Kecamatan Sukasari menjelaskan,
Dokter Tussy Yulistya P bukannya ramah memberikan pelayanan, Dokter praktek ini yang ada justru terkesan arogan terbukti bahwa pihak Dokter gigi mengabaikan Pasien BPJS karna menurut informasi pasien bahwa di awal sudah mendaftar ke loket pendaftaran Puskesmas Patokbeusi.

 Padahal, menurut perawat puskesmas menjelaskan, kalau penggunaan BPJS asalnya dari Desa mandalawangi silahkan saja mendaftar ke puskesmas setempat karna sudah beda wilayah jadi BPJS tidak berlaku di Puskesmas Patokbeusi,"Paparnya
[post_ads]
 Menurutnya, Puskesmas menolak melayani pasien hanya karena uang jelas bertentangan dengan fungsi sosial rumah sakit. Dalam Pasal 32 ayat 2 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dijelaskan bahwa dalam keadaan darurat rumah sakit baik milik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan meminta uang muka. maka   Dokter Tussy yang bertugas di ruang poli gigi Puskesmas  Patokbeusi dituding menolak BPJS Pasiennya beberapa waktu yang lalu.

lanjut H.Cep Nana Ia merasa kaget jika hanya mencabut satu gigi di puskesmas patokbeusi harus mengeluarkan uang 1,800,000,- jika total  bersama Istri dan anaknya yang sakit gigi menjadi total keseluruhan 3,900.000 ribu sebelumnya tidak ada penjelasan dari pihak Puskesmas bahwa periksa di Poli gigi bisa menggunakan kartu BPJS . Saat itu,  H.Cep Nana mengaku datang ke puskesmas pukul 11.00 WIb.
[next]
Namun, lantaran antri terlebih mati lampu, sehingga siang hari baru bisa dilayani oleh Dokter Tussy tentu memiliki tugas dan fungsi Serta disumpah sebagai Dokter gigi agar melayani pasien dengan baik,"Paparnya.

Yang jadi keluhan H.Cep ternyata dirinya bukan mengunakan kartu BPJS tapi melalui jalur umum , malah mendapat 'semprotan' dari dokter gigi yang praktek, yakni Dokter Tussy "Kalau Bapak tidak mau mendaftar jalur umum silahkan ke Dokter lainnya karna BPJS Bapak tidak bisa digunakan di UPTD puskesmas Patokbeusi,"katanya
[post_ads_2]
Padahal, H.Cep Nana sempat menjelaskan kenapa dirinya datang ke puskesmas agar mendapatkan pelayanan baik agar lekas sembuh tapi sampai saat ini sakit gigi masih terasa sakit dan sebaliknya Dokter Tussy mengatakan, sebaiknya Bapak mengunakan Dokter lain karna perawatan dan pencabutan gigi di  puskesmas patokbeusi itu mahal silahkan jika Bapak komplen mengenai harga langsung ke kepala UPTD Puskesmas Patokbeusi Dokter Agus Budhi Prayoga, menjelaskan melalui telfon bahwa pihak Puskesmas sudah mengetahui jika Dokter Tussy menjalankan praktek umum dilingkungan Puskesmas demi meraup keuntungan keuntungan karna harga yang diberlakukan adalah harga praktek umum yang terbilang mahal.

H.Adik LF Solihin Menambahkan, pihaknya menyesalkan ada dugaan Pungli di puskesmas  dan jangan sampai kami dari Ormas LMP Marcab Subang melupakan sejenak bahwa negara ini adalah negara hukum. Jadi apa perlu kami mengambil tindakan sendiri untuk menindak tegas oknum UPTD Puskesmas Patokbeusi tersebut. yang diduga melanggar Perda  pemerintah Kab.Subang,"Tegasnya.
[next]
Sementara Itu, Dokter Tussy menjelaskan bahwa, pihaknya sudah berkordinasi sebelum melakukan operasi kecil maupun mengenai biaya mahal itu karna sudah kesepakatan dan merupakan hal wajar karna prakteknya sudah setahun dan sudah diketahui oleh pihak kepala UPTD Puskesmas Patokbeusi,Dinkes dan selama ini saya meminta biaya mahal dikarnakan harga perawatan,penambalan gigi,pencabutan menggunakan laser itu sangat mahal selama itu permintaan pasien saya pikir tidak ada masalah disinggung mengenai kondisi pasien yang keluhan pelayanan poli gigi beliau menjawab bahwa kami sudah memberikan pasien untuk tidak merokok jika pasien merokok lalu sekarang sakit itu diluar tanggung jawab  kami,"ucapnya.(Eka W/Dit)