Berawal dari Arena Tajen, Anggota Ormas Di Bali Tewas Bersimbah Darah

MENGWI- Duel maut di Banjar Kangkang, Pererenan, Mengwi Badung yang menewaskan seorang anggota Ormas besar di Bali ternyata berawal dari arena tajen.
PENUH LUKA: Anggota Ormas, I made Rai Sina tewas bersimbah darah di Banjar Kangkang, Pererenan, Mengwi, Badung, Sabtu (10/2). (ISTIMEWA)

Hal itu diungkapkan sumber Bali Express, berdasarkan pengakuan pelaku I Nyoman Suama, 32, berasal dari Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Buleleng tapi tinggal TKP (tempat kejadian perkara).
[post_ads]
Sebelum duel berdarah tersebut, korban I Made Rai Sina, 42 dari Br. Sedahan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung ternyata sudah sempat bertemu dengan Suama di arena tajen di Munggu, sekitar Januari bulan lalu. Menurut versi Suama, saat itu dirinya mengikuti judi sabungan ayam di pura Dalem Desa Munggu Kecamatan Mengewi Kabupaten Badung.

Ketika judi sabungan ayam tersebut berlangsung tersangka Suama ikut taruhan melawan korban yang diketahui berasal dari Desa Munggu namun namanya tidak diketahui saat itu.
“Ketika ayan yang ditaruhi oleh tersangka Suama menang, tiba-tiba korban tidak mau membayar dengan alasan uangnya sudah habis. Sehingga terjadi keributan antara tersangka Suama dengan korban. Namun peristiwa tersebut dapat direlai oleh para bebotoh yang ada saat itu, “ terang sumber koran ini mengutip keterangan pelaku.

Masih menurut versi Suama, berselang satu minggu kemudian, pelaku kembali mengikuti judi sabungan ayam di Pura Dalem Desa Munggu. Kemudian pada saat itu tersangka Suama mengaku sengaja disenggol dengan menggunakan pinggul belakang oleh korban sambil melontarkan kata-kata tantangan berkelahi. “Tapi masalah itu dapat diredam oleh masing masing teman kedua belah pihak,” terang sumber koran ini.

Puncaknya, tambah sumber koran ini, Sabtu (10/2) sekitar pukul 12.00 wita tersangka Suama yang sedang tidur di rumah kontrakannya Banjar Kangkang Desa Pererenan Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung tiba-tiba mendengar ada orang yang datang menggedor pintu kamarnya.

Selanjutnya tersangka mengintip melalui jendela dan melihat korban sedang berdiri di depan pintu rumahnya sambil mengeluarkan kata-kata menantang untuk berkelahi
Mendengar tantangan tersebut tersangka membuka pintu dan berdiri di depan pintu kamarnya dan terjadi saling tantang berkelahi dimana saat itu korban berbalik menuju sepeda motornya yang diparkir di luar pagar. Sedangkan tersangka Suama masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil sebilah pedang dan mengarah ke depan kamarnya.
[post_ads_2]
“Ketika melihat korban masuk ke halaman rumah tersangka langsung menebas korban secara membabibuta sampai jatuh tersungkur bersimbah darah,” terang sumber koran ini.
Begitu korban tewas, tersangka pergi berobat kerumah sakit Katholik Abianbase dan setelah mendapat perawatan tersangka kembali ke rumahnya dan diamankan petugas dari Polsek Mengwi.