Beredar Video Penganiayaan Siswi SMP, Ini Pemicunya

KARANGANYAR - Pengeroyokan terhadap pelajar sekolah menengah pertama (SMP) negeri dengan swasta di Kerjo terjadi di kebun karet Kerjo pada Kamis (8/2/2018) siang.
Video itu menjadi viral di media sosial (medsos).
Dikutip dari situs Solopos.com, perkelahian antarpelajar beda sekolah itu terjadi karena salah paham. Pelajar dari SMP swasta menuding pelajar dari SMP negeri di Kerjo menantang. Saat kejadian, pelajar dari SMP negeri melintas di depan sekolah swasta dan menggeber gas sepeda motornya.

“Tindakan itu, diduga membuat pelajar dari sekolah swasta salah paham. Dikira menantang. Dikira bleyer (mainkan pedal gas-red) sepeda motor di depannya,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar, Agus Haryanto.
[post_ads]
Agus menuturkan dinas berkoordinasi dengan kepolisian setempat, Polsek Kerjo, dan Unit PPA Polres Karanganyar untuk menangani kasus itu. Menurut dia, pihak sekolah masing-masing sudah memberikan reaksi cepat dan sigap.

“Pihak sekolah itu langsung panggil anak-anak murid, orangtua dan wali murid, termasuk dengan guru-guru. Ambil langkah cepat berkoordinasi dengan pihak terkait. Sudah ditemukan semua pelajar itu,” tutur dia.
[post_ads_2]
Kejadian perkelahian antarpelajar itu viral di sejumlah medsos. Isi video menunjukkan sejumlah pelajar mem-bully salah seorang pelajar yang duduk di tanah sembari menekuk lutut. Dia menerima pukulan, tempeleng, dan tendangan pada bagian kepala, paha, dan lain-lain. Pelajar yang di-bully hanya pasrah sembari melindungi diri.

“Sudah terlanjur viral, ya ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak [PPA] Polres Karanganyar. Berawal dari salah paham. Anak yang di-bully itu mengaku enggak tahu soal bleyer-bleyer. Intinya sudah mediasi di sekolahan.

 Orangtua kedua belah pihak sudah bertemu dan berdamai,” tuturnya.
(Red)