Diancam Kena Ini, Sepasang Pasutri Pasrah Motornya Dibegal

SUKAPURA- Pada hari Jumat (2/2), sekitar pukul 21.00 WIB, pasutri Karmuji-Tiani, warga Desa Kedasih, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, menjadi korban pembegalan di Jalan Raya Desa Ngepung, Blok Jati. Di TKP, mereka dipepet 3 orang pelaku yang mengendarai sebuah sepeda motor hingga terjatuh.
KORBAN: Pasutri Karmuji dan Tiana.

Saat terjatuh itulah, salah seorang pelaku langsung turun dan mengancam korban agar tidak melawan. Setelah itu, para pelaku kabur ke utara dan membawa kabur motor korban Yamaha Vixion bernopol N 6419 QW.
[post_ads]
Kasus begal yang menimpa pasangan suami-istri (pasutri) Karmuji, 45, dan Tiana, 34, asal Kedasih, Sukapura, Kabupaten Probolinggo masih misteri.

Polisi sejauh ini belum berhasil menangkap pelakunya.

Kapolsek Sukapura AKP Kusmidi mengatakan, pada saat kejadian, kondisi tempat kejadian perkara (TKP) gelap. Sedangkan, korban dari utara hanya bedua. Ketika memasuki Jalan Raya Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, ada sepeda motor tanpa lampu mengikuti mereka.

“Kami menduga korban sudah dibuntuti sejak dari bawah. Saat itu, korban baru pulang dari menjenguk saudaranya yang sakit di daerah Pohsangit. Kemungkinan, dari sana sudah diikuti para pelaku,” ujarnya, Minggu (4/2).

Kusmidi mengatakan, saat kejadian hanya Karmuji dan Tiana yang berada di TKP. Karenanya, pihaknya tidak bisa banyak mengumpulkan bahan keterangan dan data. Sedangkan, kedua korban juga tidak banyak memberikan keterangan.

“Korban mengaku tidak begitu jelas entah pelaku membawa senjata tajam atau pentungan. Dari keterangan keduanya, pelaku sempat mengancam menggunakan bahasa Jawa,” ujarnya.

Saat itu, ketika korban terjatuh usai dipepet pelaku di Jalan Raya Desa Ngepung, Kecamatan Sukapura, salah satu pelaku meminta korban tidak mengambil kontak motornya.

 “Wes ojok dijupuk kontake, lek gak kepengen kenek iki. (Jangan diambil kontaknya, kalau tidak kena ini),” ujar Kusmidi menirukan keterangan korban yang menirukan ancaman pelaku.
[post_ads_2]
Nah, ini yang dimaksud pelaku itu belum jelas. Entah itu senjata tajam atau pentungan. Alasannya, saat itu kondisi TKP sangat gelap. “Korban mengaku kurang jelas, tapi yang pasti pelaku ada tiga orang dengan menggunakan satu motor,” ujar polisi dengan tiga sterip di pundaknya itu.

Namun, Kusmidi mengaku, pihaknya masih terus menyelidiki kasus ini. Minimal dapat menemukan titik terang yang bisa mengarah kepada ketiga pelaku. Pihaknya juga meminta pemerintah desa untuk memasang lampu penerangan jalan umum agar kejadian serupa tak terulang. “Minimal bisa kami temukan satu orang saja, jadi yang lain pasti bisa terkena juga,” ujarnya. (Red)