Ringkasan Riwayat Hidup Cagub dan Cawagub Jabar PASANGAN ASYIK

Profil Pemimpin Strategis
Mayjen (Purn.) H. Sudrajat, MPA.
Calon Gubernur Jawa Barat

Oleh : Ahmad Adib Zain

Mayjen (Purn) H. Sudrajat, MPA biasa dipanggil Kang Ajat, dilahirkan pada 4 Februari 1949. Suku Sunda. Allmarhum ayahandanya bernama Husein Ardiwinata dari Sumedang dan almarhumah ibundanya bernama Hasyanah dari Cianjur. Beragama Islam.
Ringkasan Riwayat Hidup
Cagub dan Cawagub Jabar PASANGAN ASYIK

Beliau menikah dengan alumnus FKG Unpad Bandung, drg. Hj. Sally Salziah, Sp.OM, dikaruniai dua orang putra yaitu; Angki Arrihan dan Pasha Prakasa. Pangkat militer terakhir pada tahun 1999 adalah Mayor Jenderal ( Mayjen ) TNI AD.

Kang Ajat kecil pada usia 6 tahun masuk SD sampai kelas 2 di Cimalaka Sumedang, kemudian hijrah bersama orang tuanya ke Kota Bandung hingga tamat SD Negeri Jalan Pajagalan tahun 1961, SMP Negeri 3 Jalan  Dewi Sartika, lulus tahun 1964 dan STM Negeri 1 ( sekarang SMK ) Jalan Dr Wahidin, lulus tahun 1967. SMK Kang Ajat di Bandung  itu sekarang telah dijadikan Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat.
[post_ads]
Kang Ajat yang alumni SMK, lulus testing dan terpilih menjadi prajurit taruna TNI, melalui pendidikan dinas militer pada AKABRI ( sekarang AMN ), Magelang, Jawa Tengah, tamat angkatan tahun 1971. Pada saat berpangkat Letnan Kolonel, beliau mendapat bea siswa negara untuk melanjutkan pendidikan guna meraih ijazah Master in Public Administration di Harvard University, USA, lulus pada tahun 1993.

Kang Ajat sekarang Ketua Umum Lembaga Indonesia China, sebuah Lembaga Kerjasama Ekonomi Sosial dan Budaya Indonesia dengan negara China. Disamping itu, beliau juga membina Pondok Pesantren di Sukabumi, serta dipercaya menjadi Komisaris dan kemudian sejak tahun 2014 sampai sekarang menjabat CEO pada Maskapai Penerbangan Susi Air, menggantikan Susi Pujiastuti, yang menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan RI.

Saya menyebut Kang Ajat, adalah prajurit militer strategis, karena 'otak-moncer'nya,  beliau dengan mudah menyelesaikan jenjang pendidikan militer dalam dan luar negeri, seperti Officer Basic Course tahun 1973, Australia. Latihan Promosi Perwira Komunikasi tahun 1976. Latihan Komandan Kompi tahun 1997 dan Officer Advance Course tahun 1979, USA. Serta menyelesaikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat ( Sesko AD ) di Bandung tahun 1989. Beliau juga tercatat salah satu peserta terbaik pada Pendidikan Lemhanas tahun 2001.

Awal karir prajurit yang sejak kecil tinggal di Jalan Kopo Kota Bandung ini, adalah Pimpinan Peleton tahun 1971. Komandan Kompi tahun 1973. Perwira Teknik Batalion Indonesia UN Emerging Force di Mesir 1974-1975. Komandan Kompi Brigade Udara Kostrad tahun 1976. Perwira Bantuan Utama Atase Pertahanan KBRI Washington Tahun 1980. Kepala Biro Amerika G1 Hankam 1983.

Kang Ajat menempati jabatan strategis mulai dari Sekretaris Penglima ABRI tahun 1983. Perwira Menengah pada Staff Perencanaan Mabes ABRI 1988. Atase Pertahanan KBRI di London tahun 1994. Kang Ajat dengan pangkat 'bintang satu', mendapat tugas sebagai Atase Pertahanan KBRI di Washington tahun 1997. Setelah kenaikan pangkat Mayor Jenderal, di awal reformasi ditunjuk menjadi Kepala Pusat Penerangan TNI tahun 1999.

Pada tahun 2001 di era Presiden Gus Dur Kang Ajat diangkat menjadi Direktur Jenderal Strategi Pertahanan pada Kementerian Pertahanan RI. Staf ahli dan Penasihat Khusus Panglima TNI Bidang Ekonomi, serta menjadi anggota Dewan Ketahanan Nasional  yang bekerja di bawah koordinasi Menkopolkam hingga pensiun tahun 2004. Selanjutnya pada Pemerintahan Presiden SBY, Kang Ajat dipercaya sebagai Duta Besar Indonesia Berkuasa Penuh untuk negara China dan Mongolia hingga tahun 2009.

Kang Ajat, orang Jawa Barat dengan reputasi internasional ini, juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Forum Strategis Tahunan Indonesia – Australia, Jakarta –Canberra, 2001 – 2004. Wakil Ketua Dialog Pertahanan Tahunan Indonesia – USA, Jakarta dan Washington DC, 2002 – 2004. Ketua Forum Strategi Pertahanan Regional ASEAN, Jakarta, 2004. Ketua Konferensi Kebijakan Strategis ASEAN Regional Forum, Beijing, China, 2004.

Beberapa penghargaan dari dalam dan luar negeri juga diterima Kang Ajat, Sudrajat, antara lain tercatat :
1. Satya Lencana Kesetiaan VIII tahun.
2. Satya Lencana Kesetiaan XVI tahun.
3. Satya Lencana Kesetiaan XXIV tahun.
4. Santi Dharma Garuda VIII (untuk 1 tahun penugasan UNEF di Mesir )
5. Medali PBB untuk Penjaga Perdamaian
6. Satya Lencana Yudha Dharma Naraya
7. Legion Merit, USA (untuk peningkatan hubungan bilateral Indonesia dan USA)
8. Bintang Yudha Dharma Pratama
9. Bintang Kartika Eka Paksi Pratama.

Demikian rangkuman riwayat hidup sosok Pemimpin Strategis, Kang Ajat, Mayjen ( Purn ) H. Sudrajat, MPA. Calon Gubernur Jawa Barat 2018 - 2023 dari berbagai sumber.
[next]
Profil Auditor Negara yang Nyantri
H. Ahmad Syaikhiu Calon Wakil Gubernur Jawa Barat

Ahmad Syaikhu dilahirkan di desa Ciledug Kulon Kecamatan Ciledug Kabupaten Cirebon pada 23 Januari 1965, putra kelima dari pasangan , K.H Ma’soem bin Aboelkhair, dan Nafi’ah binti Thohir. Jabatan saat ini adalah Wakil Walikota Bekasi. Beliau menikah dengan teman sekampusnya, Lilik Wakhidah. Dari pernikahan itu dikaruniai oleh Allah tiga anak laki-laki dan tiga anak perempuan.
[next]
Ustad Syaikhu saya panggil beliau begitu, mengawali pendidikan di SDN Ciledug 3, seiring dengan kepindahan ayahnya sebagai Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sindanglaut Cirebon ia melanjutkan ke SDN Lemahabang 2 hingga lulus. Sekolah menengah pertama dilaluinya di SMPN Sindanglaut Cirebon dilanjutkan ke SMAN Sindanglaut Cirebon, setelah itu beliau memilih masuk  Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), di Jakarta, lulus tahun 1985.

Yang langka dan khas, selama mengikuti pendidikan di sekolah negeri sampai tamat SMA, sebagai keluarga keturunan Ulama Cirebon, Ahmad Syaikhu sejak kecil mendalami pendidikan agama Islam dari ayahnya KH. Ma'soem bin Abulkhair, kakaknya dan Kyai-Kyai di Pondok Pesantren Buntet Cirebon. Sehingga walaupun tidak mengikuti jenjang pesantren secara formal, beliau adalah 'santri' binaan langsung Kyai Buntet, Cirebon, Jawa Barat.

Sebagai mantan auditor negara dan politisi yang bersih, pendidikan menjadi andalan kehidupan keluarga ini, tercermin dari pendidikan putra-putrinya sebagai berikut; Anak cikalnya, Muhammad Kamil  S-2 Univ. Trisakti jurusan Ekonomi Islam. Selanjutnya, Muhammad Yasir Naufal, jurusan Geofisika Fakultas Pertambangan dan Perminyakan ITB. Sarah Karimah, mengambil Teknik Elektro UI. Muthiah memilih jurusan Perbankan Islam pada Syariah and Economic Banking Institute. Izzuddin Hamas masih belajar di Madrasah Aliyah Ponpes Husnul Khotimah Kuningan dan sibungsu Aisyah Wafa Syahidah siswi kelas 3 Sekolah Dasar Islam Terpadu Iqro Pondok Gede, Bekasi.

Ahmad Syaikhu yang pernah menjadi dinas pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan Sumatera Selatan di Palembang dan menjabat pada Deputi Bidang Pengawasan Keuangan Daerah BPKP Pusat di Jakarta ini, kemudian memilih politik sebagai jalan pengabdian, sehingga Pemilu 2004, terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Untuk itu beliau pensiun dini dari Pegawai Negeri Sipil.

Selama menjadi Anggota DPRD Jawa Barat periode 2009 - 2014, sempat menjabat Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat, namun seiring dengan proses Pilkada Kota Bekasi 2013, beliau mengudurkan diri dan terpilih Wakil Walikota Bekasi 2013-2018
[next]
Ahmad Syaikhu sejak SD sudah aktif dalam kegiatan Pramuka. Di SMP dan SMA, beliau aktif mengikuti dan menjadi pengurus OSIS. Ketika kuliah di STAN, aktivitas organisasi itu salurkan melalui Senat Mahasiswa sebagai Ketua Bidang Kerohanian Islam dan Ketua Masjid Kampus Baitul Maal Badan Pendidikan dan Latihan Keuangan (BPLK).

Bersama dengan kawan-kawannya, beliau mendirikan beberapa yayasan. Yayasan Istiqomah Bina Umat (IBU) di Pondok Gede yang bergerak dalam Tahfidzul Qur’an (menghafalkan Al-Qur’an) dan Yayasan Lembaga Amil Zakat Tabung Amanah Umat (LAZ-TAMU) di Pondok Gede yang bergerak di bidang pelayanan sosial dan kesehatan.

Beliau terus mengembangkan 'social entrepreneur' dengan mendirikan Yayasan Adzkia di Bekasi Timur yang bergerak di bidang sosial dan ekonomi. Saat ini ia juga aktif sebagai Dewan pengawas Yayasan Islamic Center IQRO’ Pondok Gede, yang merupakan pelopor sekolah Islam terpadu. Selain itu ia juga diamanahi menjadi Ketua Ta’mir Masjid Annur, Yayasan Miftahul Amal Bojong Rawalele Jatimakmur Pondok Gede Kota Bekasi.
[post_ads_2]
Kesibukan kerja, olah raga rutin Ustad Syaikhu disamping jalan kaki, adalah bermain  bulutangkis sepekan dua kali dan menembak. Sekarang ia dipercaya untuk menjadi Ketua Perbakin (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia) Cabang Kota Bekasi. Kemampuan menembak diperolehnya saat mengikuti kegiatan pembekalan Konsepsi Nasional bagi Pimpinan DPRD di Lemhanas, bertempat di Sekolah Polisi Negara Lido Sukabumi, di mana beliau ketika itu menempati peringkat pertama dalam menembak.

Demikian riwayat hidup singkat Auditor Negara yang Nyantri, H. Ahmad Syaikhu, Calon Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2018 -2023 yang saya susun dari beberapa sumber( Red)