Tak Jauh Dari Rumah Bupati Cirebon, Suhud Hidup Serba Tak Layak

CIREBON – Memiliki rumah yang layak, hidup serba ada, tidurpun bisa pulas, hal tersebut sangat diidamkan oleh semua orang. Tetapi potret itu tidak untuk keluarga sepasang suami istri warga Desa Adi Darma Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon.
Tak Jauh Dari Rumah Bupati Cirebon, Suhud Hidup Serba Tak Layak

Pasangan suami istri yang diketahui bernama Suhud (90) dan Tarmi (80) hanya tidur beratapkan plastik terpal dan tidur beralaskan karpet.

Kehidupan pasangan suami istri yang tidak memiliki anak ini jauh dari apa yang banyak diidamkan oleh banyak orang.
[post_ads]
Kita tau bahwa Provinsi Jawa Barat menerapkan Kabupaten Cirebon adalah Kota Cirebon Metropolitan, banyak industri-industri yang begitu cepat berdiri pesat, belum lagi pemukiman-pemukiman baru juga begitu cepat merambah dari ujung barat hingga timur Kabupaten Cirebon.

Tapi dibalik itu semua potret yang sangat miris justru timpang dari apa yang telah direncanakan oleh Pemerintah. Apalagi gubuk reot yang sehari-hari menjadi tempat tinggal lokasinya ini sangat tidak jauh dari rumah orang nomor satu di Kabupaten Cirebon.

Nasib malang dialami keluarga Suhud dan Tarmi. Sudah rumah yang ia tinggali sangat tak layak huni, mereka juga hanya bisa duduk dan melihat, karena sudah tak bisa melakukan aktivitas, potret tersebut sangat disayangkan karena kurangnya perhatian dari pihak aparat desa maupun pemerintah Kabupaten Cirebon.

Tetangga Suhud, Runi (50) mengungkapkan, mereka berdua tinggal digubug berukuran sangat kecil dan sudah lama, awalnya memang gubuk yang ditinggalinya awalnya atapnya memakai genteng, namun terkena musibah angin kencang yang melanda akhirnya rumah keluarga Suhud roboh dan ia terpaksa tinggal ditempat itu seadanya dan tidak mau meninggalkan tanah atau bangunan itu.

“Kalau untuk makan sehari-harinya hanya mengandalkan belas kasih dari tetangga. Saya juga kasihan melihatnya mas, apalagi  jika hujan gede, pokoknya keluarga Suhud tidak mau pindah dan tetap ingin tinggal ditempat seperti itu,” kata Runi.
[post_ads_2]
Dikatakan, dirinya tidak mengetahui persis kalau keluarga Suhud tinggal ditempat itu sejak kapan, juga tidak tahu persis tanahnya yang didirikan gubuk reot itu milik siapanya, soalnya sudah lama mereka di tempat itu.

“Pak Suhudnya sudah puluhan tahun tidak bisa jalan karena lumpuh, jadi kalau makan ya paling dari istrinya yang mencari, kalau tidak mengandalkan siapapun yang mau memberi,” tandas Runi. (Red)