Cerita Tragis Venezuela, Negara Kaya yang Berubah Jadi Sengsara

 RING SATU - Nasib tragis yang dialami Venezuela menjadi bukti jika negara kaya tak selamanya bisa selamat dari krisis ekonomi.
Ilustrasi 
Ekonomi negara di Amerika Latin itu tengah carut marut. Inflasinya diperkirakan mencapai 1 juta persen pada tahun ini. Uang jutaan bahkan miliaran di negara itu seperti sudah tak berharga.

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, sedang berjuang untuk mengakhiri gejolak ekonomi. Padahal di masa kejayaannya, Venezuela termausk negara kaya. Tanah di dalamnya mengandung banyak minyak.

Tapi tengoklah kini. Venezuela tengah menderita. Menjadi negara yang miskin uang tunai.

Dilansir dari Sky, Jumat 24 Agustus 2018, pemerintah Venezuela akan menerbitkan uang kertas baru dan memangkas lima digit di uang bolivar—mata uang Venezuela. Tak hanya itu, Maduro akan menerbitkan mata uang cryptocurrency, petro.
[ads-post]
Setiap satu petro, akan dihargai sebesar US$60 (Rp878.849). Atau, ada 3.600 bolivar yang ada di mata uang baru ini—ini menandakan ada devaluasi besar-besaran. Pemerintah juga menetapkan upah minimum sebesar setengah petro atau 1.800 bolivar.

Pemerintah Venezuela mengatakan negara tersebut memerlukan disiplin fiskal dan mengurangi pencetakan uang yang berlebihan. Hasilnya, terjadi hiperinflasi. Inflasi ini membuat harga barang ke tingkat astronomi. Saat ini, upah minimum bulanan tidak cukup untuk membeli sekilo daging.

Di tahun keempat resesi, Venezuela sedang berjuang dengan kekurangan bahan pokok dan layanan publik yang lumpuh.

Menurut International Monetary Fund (IMF), inflasi di negara tersebut mencapai 1 juta persen tahun ini. Walaupun demikian, Maduro menyebut pemerintah akan belajar sambil berjalan untuk redenominasi mata uang.

Maduro sempat menuding jika krisis yang melanda negaranya disebabkan skenario oposisi dan sanksi ekonomi yang dijatuhkan Amerika Serikat. Namun pemerintah mengaku akan menjalankan kebijakan redenominasi.

Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, sedang berjuang untuk mengakhiri gejolak ekonomi.