Ridwan Kamil : Saya Ingin Jawa Barat Seperti Eropah

 RING SATU Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan rencana reaktivasi atau pengaktifan kembali empat jalur lama kereta api di Jawa Barat adalah program prioritasnya selama lima tahun ke depan. Menurut dia, reaktivasi ini bertujuan untuk menumbuhkan koneksi antar daerah sehingga mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri) menyerahkan piagam ucapan terima kasih kepada Penjabat Gubernur Jabar M Iriawan, saat acara Sertijab Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, Kamis, 6 September 2018. Acara ini dihadiri ribuan undangan yang memadati sejumlah tenda di halaman depan kompleks Gedung Sate Bandung. ANTARA/M Agung Rajasa

"Saya ingin Jawa Barat seperti Eropa," kata Emil, sapaannya, saat ditemui selepas menghadiri acara Indonesia's Attractiveness Wards 2018 oleh Tempo Media Group dan Frontier Consulting Group di Hotel JS Marriot, Jakarta Selatan, Jumat, 14 September 2018.

Emil menyebut di Eropa, pergerakan orang dan barang memang lebih banyak menggunakan kereta. Sebab, kata dia, kalau hanya mengandalkan jalan aspal saja tidak akan cukup. "Mudah-mudahan ini jadi hadiah buat ekonomi dan pembangunan pariwisata."

Rencana reaktivasi ini telah dibahas oleh Emil dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro di Gedung Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Gedung Sate, Bandung, Senin, 12 September 2018. "Ada 4 jalur yang ingin kami reaktivasi dan kami mohon dukungan Pak Gubernur sepenuhnya karena ini sudah rencana pemerintah," kata Edi saat itu.
[ads-post]
Emil menambahkan, seluruh pembiayaan untuk reaktivasi akan menggunakan anggaran dari PT KAI, bukan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebab, kata dia, demand atau permintaan penumpang di empat jalur ini sangatlah tinggi. "Saya enggak hafal berapa, mungkin sekitar Rp 5 triliun anggarannya," kata Emil.

Empat jalur tersebut adalah Bandung-Ciwidey, Banjar-Pangandaran, Rancaekek-Tanjungsari, serta Cibatu-Garut. Saat ini, PT KAI tengah mengevaluasi jalur mana yang memungkinkan untuk dilakukan secepatnya. Sejauh ini, jalur Cibatu-Garut dan Banjar-Pangandaran-lah yang lebih memungkin untuk dimulai segera karena lahannya sudah dimiliki PT KAI.

Walau Ridwan Kamil mengatakan sebagai program prioritas, tapi rencana reaktivasi ini sudah disiapkan Kementerian Perhubungan jauh sebelum dirinya terpilih menjadi gubernur. Data dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub telah mencantumkan rekativasi jalur Banjar-Pangandaran dan Rancaekek-Tanjungsari sebagai program strategis hingga 2019. (Red)

Rencana reaktivasi ini telah dibahas oleh Emil dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edi Sukmoro di Gedung Pemerintah Provinsi Jawa Barat,