Tahun Ini, Pemerintah Indramayu Bakal Bangun 100 Toilet Di Sekolah Dasar

 RING SATU -INDRAMAYU – Keberadaan kamar kecil alias toilet di sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat nampaknya kurang mendapat perhatian sekolah. Kurang lebih 250 SDN di Kabupaten Indramayu kondisi toilet atau WC nya mengalami kerusakan.
Toilet Ilustrasi


Kepala Bidang Pembinaan SD  Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Malik Ibrahim didampingi Kadisdik DR.Moh.Ali Hasan dihubungi  Senin (17/9/18)  mengatakan,  dari 886 SDN di Kabupaten Indramayu, kurang lebih 30 persen kondisi toiletnya rusak.
Bahkan, ujar Malik Ibrahim,  SD Cibeber,  Desa Cibeber, Kecamatan Sukagumiwang sama sekali tidak memiliki  toilet dan  hingga sekarang datanya belum tercover  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan R.I.
“SDN Cibeber itu kondisi toiletnya belum terupdate, karena masuk kategori kerusakan toilet yang  terbaru,  sehingga pada tahun ini belum bisa dibangun  WC sekolahnya,” katanya.
[ads-post]
Setiap kegiatan  perbaikan sekolah itu, lanjutnya, harus didasarkan pada  Data Pokok Pendidikan atau Dapodik.
Menurut Malik Ibrahim, Dapodik adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional.  “Perbaikan bangunan sekolah melalui APBN dan DAK harus didasari atas update data dari Dapodik,” kata dia.
Pada tahun ini, Kabupaten Indramayu mendapatkan bantuan rehabilitasi toilet untuk 100 SDN  dari anggaran APBN.  “SDN Cibeber tidak termasuk. Tapi kami terus mendorong kepada pihak sekolah agar  mengupdate kerusakan toilet sekolah melalui Dapodik,” tuturnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu akan membantu percepatan pembangunan  toilet SDN Cibeber.
Sebelumnya orang tua siswa mengeluhkan tidak adanya toilet di sekolah itu. Salah satu orang tua siswa, Nurhasanah, mengatakan alasan menyekolahkan anaknya di SDN Cibeber karena sekolah letaknya dekat dengan rumah.  Namun ketika anaknya perlu buang air,  terpaksa harus pulang dahulu ke rumah karena  sekolah belum memiliki toilet.

Setiap kegiatan perbaikan sekolah itu, lanjutnya, harus didasarkan pada Data Pokok Pendidikan atau Dapodik.