Tanggul Kritis di Indramayu Masih Belum Diperbaiki

 RING SATU -Indramayu – Tanggul-tanggul kritis di sepanjang Sungai Cimanuk Kabupaten Indramayu belum juga diperbaiki. Pemerintah Kabupaten Indramayu mengkhawatirkan bahaya banjir yang mungkin terjadi pada musim penghujan ini bila tak segera diperbaiki.

Wakil Bupati Indramayu Supendi bersama unsur terkait sempat menyusuri Sungai Cimanuk sepanjang 15 km guna melihat titik-titik tanggul kritis di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk. Susur sungai ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi (rakor) siaga bencana dengan Pemerintah Provinsi Jabar.

"Hal paling penting berupa antisipasi bencana di musim hujan, terutama jebolnya tanggul Sungai Cimanuk yang dapat merendam permukiman dan ratusan hektar sawah," kata Supendi kepada wartawan, Kamis (22/11).
[ads-post]
Sepengamatannya, beberapa tanggul memang terlihat mengkhawatirkan dengan longsoran di kanan-kiri tanggul sungai yang menjadi titik kritis jebolnya tanggul. Hulu Sungai Cimanuk diketahui berada di Garut, melintasi Jatigede, dan hilir di Indramayu.

Dia menyebutkan, bila musim hujan tiba, debit air meningkat. Ancaman jebolnya tanggul yang mengakibatkan banjir bandang sangat mungkin terjadi jika titik-titik kritis sepanjang DAS Cimanuk tak segera direvitalisasi. Kewenangan revitalisasi sendiri berada di tangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung.

"Dari Rambatan ke utara saja, setidaknya ada tujuh titik tanggul yang kritis atau rawan menjebol tanggul. Belum ke selatan sampai ke Bondan," ujarnya.

Dia menambahkan, tanggul Cimanuk itu dibuat puluhan tahun lalu dan sampai sejauh ini belum ada revitalisasi. Kalaupun ada, imbuhnya, penanganannya hanya darurat saja.

Pemkab Indramayu sendiri berjanji dalam waktu dekat segera berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk-Cisanggarung untuk meminta langkah-langkah konkret dan antisipasi terhadap kritisnya tanggul sungai Cimanuk. Supendi berharap, BBWS Cimanuk Cisanggarung juga memperhatikan hal ini.

"Dampaknya akan ke masyarakat. Langkah-langkah BBWS kami support agar masyarakat tak jadi kobannya," tegasnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Indramayu, Edy Kusdiana menyatakan, tanggul Sungai Cimanuk yang harus mendapat perhatian ekstra yakni sepanjang aliran sungai dari Bangkir hingga Waledan. Tujuh titik tanggul diketahui kritis.

"Ini yang menjadi perhatian kami menjelang musim penghujan," katanya.

Sepengamatannya, beberapa tanggul memang terlihat mengkhawatirkan dengan longsoran di kanan-kiri tanggul sungai yang menjadi titik kritis jebolnya tanggul. Hulu Sungai Cimanuk diketahui berada di Garut, melintasi Jatigede, dan hilir di Indramayu.