Camat se-Makassar Dukung Jokowi, Sandiaga : Mereka Digaji Siapa?

 RING SATU - Jakarta - Cawapres Sandiaga Uno menyayangkan video dukungan camat se-Makassar kepada pasangan calon nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Sandiaga menilai aksi dukungan itu mencederai keadilan.
Camat se-Kota Makassar datangi kantor Bawaslu Sulsel untuk jalani pemeriksaan soal video dugaan dukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin, Jumat 22 Februari 2019/
"Mereka di gaji siapa? Mereka bekerja untuk siapa? Mereka harusnya mengayomi bukan sebaliknya berpihak kepada salah satu capres cawapres. Mereka para camat itu seharusnya netral. (Ini) Menjadi pertunjukan di seluruh negeri bahwa rasa keadilan kita yang mestinya hadir ini tercerai. Mereka ini adalah masyarakat yang mestinya menjadi pengayom masyarakat secara keseluruhan bukan hanya aksi dukung mendukung," kata Sandiaga, di Makassar, Minggu (24/2/2019).

Sandiaga juga menilai aksi dukungan itu mencederai demokrasi. Dia pun meminta para relawannya untuk mengawal ikut mengawal pengusutan kasus tersebut.

"Saya sampaikan para relawan terus kawal karena sekarang kita melihat bagaimana rasa keadilan itu dicederai aparat-aparat sipil negara, seharusnya netral netralitas ternyata secara terbuka melakukan dukungan yang mencedera," tuturnya.

"Mencederai tentunya semua aspek berdemokrasi. Saya minta para relawan mengawal ini dan jangan sampai ini menjadi yang akhirnya sebuah kecurangan yang sangat masif para relawan adalah ujung tombak dan mereka bisa mengawal ini," imbuh Sandiaga.

Sandiaga berharap terhadap kasus ini, keadilan dapat ditegakkan. Mengingat aparatur sipil negara (ASN) seharusnya menjunjung tinggi netralitas.

"Ini belum pernah terjadi sebelumnya secara masih seperti ini dan kita harapkan keadilan bisa ditegakkan dan netralitas ASN itu. Saya nanti upaya hukum detailnya itu menjamin jadi statement kita kita akan fokus ekonomi lapangan kerja dan jangan terprovokasi dan banyak aksi-aksi yang mungkin bisa, mari kita kawal dan jangan menjadikan kecurangan ini berlangsung dipertontonkan oleh seluruh bangsa," ujarnya.
[ads-post]
Sebelumnya, beredar video yang berisi deklarasi dukungan kepada calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi). Dalam video yang beredar, deklarasi dukungan itu dipimpin Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang notabene eks Gubernur Sulsel.

"Mendukung calon presiden nomor 01 Joko Widodo bersama Ma'ruf Amin 1 periode lagi menjadi presiden. Mari sama-sama berjuang dan berjihad untuk nomor...," kata Syahrul. Rekaman video terputus pada menit pertama.

Bawaslu sendiri sudah memeriksa 15 camat terkait. Bawaslu akan mengkaji keterangan para camat itu untuk memutuskan ada-tidaknya unsur pelanggaran untuk ditindaklanjuti.

"Saat ini kami sedang melakukan registrasi, ada 15 pihak yang kami undang, (tapi) tidak secara bersamaan, (melainkan) berangsur-angsur karena tim klarifikasi kami tentunya terbatas," ujar Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Sulsel, Azry Yusuf, Jumat (22/2).

Sandiaga juga menilai aksi dukungan itu mencederai demokrasi. Dia pun meminta para relawannya untuk mengawal ikut mengawal pengusutan kasus tersebut.

Post a Comment

[facebook]

MKRdezign

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget