Sebelum Lakukan Pembantaian,Teroris Kirim Manifesto ke PM Selandia Baru

 RING SATU - WELLINGTON - Kantor perdana menteri Selandia Baru mengatakan mereka menerima salinan manifesto dari teroris Brenton Tarrant 10 menit sebelum serangan teror mematikan yang menewaskan 49 orang.
Teroris pelaku pembantaian Muslim di Selandia BAru

Menurut sebuah laporan oleh harian lokal New Zealand Herald, kantor Perdana Menteri Jacinda Ardern mengkonfirmasi bahwa Ardern adalah di antara banyak pihak yang dikirim salinan manifesto itu.

Politisi lain yang menerima manifesto termasuk pemimpin Partai Nasional Simon Bridges dan Ketua Parlemen Selandia Baru Trevor Mallard.

Pihak lain yang menerima sebagian besar adalah media domestik dan internasional.

Salinan manifesto tersebut dikirim ke email yang dikelola oleh kantor perdana menteri dan telah mengikuti prosedur standar serta mengirimkannya ke keamanan parlemen, kemudian dikirim ke polisi.
[ads-post]
"Surat itu menetapkan alasannya untuk melakukan (aksi teror) itu. Dia tidak mengatakan ini yang akan saya lakukan. Tidak ada kesempatan untuk menghentikannya," kata juru bicara kantor perdana menteri Selandia Baru seperti dikutip Anadolu dari New Zealand Herald, Minggu (17/3/2019).

Manifesto Tarrant memiliki beberapa ekspresi anti-migran, Islamofobia, ancaman terhadap Turki serta daftar pembunuhan termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Teroris berusia 28 tahun itu akan tetap ditahan sampai 5 April, pengadilan di Selandia Baru memutuskan pada hari Sabtu.

Serangan teror kembar hari Jumat di Christchurch menewaskan 49 orang.
Serangan teror, selama salat Jumat mingguan di masjid al-Noor dan Linwood di Christchurch, disiarkan langsung di media sosial oleh pelaku. Namun rekaman itu kini telah dihapus.

Manifesto Tarrant memiliki beberapa ekspresi anti-migran, Islamofobia, ancaman terhadap Turki serta daftar pembunuhan termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

Post a Comment

[facebook]

MKRdezign

Formulir Kontak

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget